"Hope and Believe"

Archive for October, 2011

Kimchi ( Cara Gampang )

Pernah dengar Kimchi…?? Pernah dong…. Yup..  Kimchi berasal dari Korea, dan merupakan salah satu resep tradisional mereka, Kimchi sudah tercatat sejak 2600 sampai 3000 tahun yang lalu, bayangkan…!!!

Dahulu menu ini tersaji  pada saat musim dingin, kenapa? Karena orang Korea ingin tetap bisa memakan sayuran pada saat musim dingin, sehingga mereka membuat resep masakan yang dapat tahan di saat musim dingin, dan biasanya mereka menyimpan di semacam gentong besar(tanah liat) terletak di luar rumah. Tetapi sekarang pada musim apapun mereka membuatnya dan tiap musim cenderung dengan cita rasa dan bahan yang berbeda, ada yang menggunakan lobak, timun, dll. Tiap daerah di Korea juga mempunyai ciri khas tersendiri.

Kimchi menurut saya sangatlah gampang membuatnya dibandingkan dengan makanan Indonesia. Walaupun begitu khasiat dari Kimchi tidak bisa dipandang sebelah mata, karena pada tahun 2008 majalah Health memberikan predikat sebagai 5 makanan tersehat di dunia (cocok untuk mahasiswa rantau.. murah.. n gampang.. hehe.. 😀 )

Resep yang telah disederhanakan ini diadaptasi dari MaangChi, tapi saya ubah untuk lebih sesuai dengan lidah saya Orang Indonesia yang belum pernah ke Korea..hehe..  😀

Kimchi

Dalam proses pembuatannya saya menggunakan 2(dua) buah sawi (chinese kool: bahasa Belanda), dan gelas ukuran 250 mL
Persiapan

Potong sawi selebar kira-kira 5×5 cm
Rendam di air dingin bersama 1/4 cup garam
Bolak balik rendaman sawi setiap 30 menit
Setelah 2 jam (atau hingga sawi terlihat keriput) bilas sawi dengan air bersih 2 kali, dan bilasan terakhir direndam dengan air selama 5 menit.
Buang semua airnya (tiriskan) dan sawi terlihat keriput

Larutan

3/4 gelas air + 1/4 cup tepung ketan/tapioka

Aduk rata, lalu rebus
Tambahkan 4 sdm (munjung) gula
Aduk sampai mengental

Bumbu
blender/ulek:

1/2 cup kecap ikan
1/2 sdm jahe cincang
1/2 cup bawang putih cincang
1/2 cup bawang bombay cincang

Tambahkan 5/4 gelas alias 1 gelas + 1/4 gelas bubuk cabe kering korea*
Aduk semua dengan larutan

Sayur tambahan(Optional)

4-6 batang daun bawang (tergantung besar/kecilnya)
1 gelas lobak cincang (bisa gak pakai kalau sulit nyarinya)
1/4-1/2 cup wortel cincang (disesuaikan tergantung ada/tidaknya lobak)

Finalisasi

Aduk sayur tambahan dengan campuran larutan+bumbu.
Campurkan sayur berbumbu tersebut dengan sawi.  Aduk hingga rata.
Simpan dalam wadah tertutup yang  ukurannya pas persis. Untuk membuat proses fermentasi lebih sempurna.

Kimchi dapat dibiarkan di suhu ruangan selama 24-72 jam, tergantung dari selera masing-masing. Semakin lama Kimchi akan jadi semakin asam. Selera saya tidak terlalu asam sehingga cukup 30  jam.  Setelah itu Kimchi bisa dinikmati atau disimpan di dalam lemari pendingin/kulkas/(kalau punya tong tanah liat mungkin bisa ditaruh diluar.. toh di Eindhoven sudah sering dibawah 10 C.. hehe..  😀 )

–selesai–

* Penting untuk memakai bubuk cabe Korea… karena tekstur dan rasanya yang unik dan tak tergantikan!

A beautiful song

Selamat Ulang tahun yang ke-1 Angklung Eindhoven(dan cerita dibaliknya)

Sabtu yang cerah… hari ini merupakan hari yang istimewa, bukan hanya cuaca yang cerah di bulan oktober yang membuat istimewa… kenapa..? Karena hari ini ulang tahun Angklung Eindhoven yang pertama dirayakan 🙂 (dan ulang tahun Bu direktur Angklung yang ke- xx 😛 ) Memang bukan merupakan umur yang panjang… tapi ini merupakan “milestone” menuju pendewasaan. Satu tahun angklung eindhoven dilalui dengan cerita yang unik (dan keunikan itu ternyata berlanjut hingga perayaan hari ini :P)

Angklung Eindhoven, 2010

Angklung Eindhoven pertama kali pentas di acara “Made in Indonesia”, Eindhoven tahun lalu pada tanggal 25 September 2010 dengan beranggotakan 20 orang (termasuk Mentari :D). Acara demi acara dilalui hingga akhirnya anggotanya berjumlah lebih dari 4o orang, dan beberapa anggotanya bukan hanya orang Indonesia saja.

Angklung Eindhoven, 2011(Hak foto milik R.Octaviano)

Perayaan ulang tahun sangat meriah, karena hampir semua anggota dapat menghadiri acara ini, baik anggota yang sudah tidak aktif, maupun anggota yang masih aktif. Tak lupa hidangan masakan dari Mbak Intan yang lezatdan Kue tart buatan Mbak Dina ikut memanjakan perut kami (terima kasih, Mbak).

Kue (Hak foto milik A.Sanusi)

Dengan selesainya acara makan-makan, kami pikir acara hari itu selesai. Segeralah saya bergegas pulang untuk bersiap melakukan agenda selanjutnya. Ketika saya hendak pulang..  saya lihat Nisa, Gibran, dan Haris sibuk dengan sepeda mereka. Saya tanya ada apa… Ternyata lubang kunci rantai sepeda mereka diisi dengan lem super -___-” Dengan berbagai cara kami berusaha untuk memecahkan masalah ini, dari mencoba melelahkan lem tersebut dengan dibakar, melarutkannya dengan cairan minyak tanah, spritus…. dan… semuanya tidak berhasil…

Disaat semua percobaan ini gagal,  orang-orang memperhatikan kami, karena kebetulan lokasi kejadian berada tepat di depan stasiun Eindhoven. Tak ayal.. beberapa polisi pun menanyakan apa yang kami perbuat (hanya tanya… terus  pergi begitu saja tanpa memberikan pertolongan ataupun solusi  -__- ” ).

Potong rantainya.. potong rantainya.... (Hak foto milik L.N. Afifah)

Akhirnya mas Zulfan berinisiatif untuk meminjam gergaji listrik. Yup… gergaji listrik berarti butuh listrik.. jadi kami mencari perpanjangan kabel yang cukup panjang, karena stop kontak berada di lantai 4 dan butuh beberapa “extension”.  Orang-orang bertanya-tanya ketika melihat dari balkon lantai 4 ada kabel menggantung menuju ke parkiran sepeda. Tetapi pada akhirnya drama ini berakhir setelah memakan waktu kurang lebih 2,5 jam 😀

Rantai Sepeda

Sungguh… ini merupakan hari yang “unik” bagi kami….

–selesai–

  • “Balaslah setiap perbuatan orang yg telah menyakiti kita dengan doa, semoga orang yg telah menyakiti disadarkan perbuatannya, diampuni kesalahannya dan bisa masuk surga, tapi masuk surganya SEKARANG AJA ya…” [L.N. Afifah, 2011] 😀