"Hope and Believe"

Budaya dan Bahasa

“Halo apa kabarnya?”

“Hoe gaat het?

“How are you?”

“Pripun kabere?”

Yup… ini merupakan contoh sederhana saja bagaimana orang menanyakan kabar dalam berbagai bahasa.  Sebagian besar hidupku kuhabiskan di Jogjakarta, Indonesia. Besar dan tumbuh di tempat itu membuatku pandai untuk berbicara dalam 2 bahasa, yaitu: Bahasa Jawa dan Bahasa Indonesia.

Seiring dengan waktu aku mulai belajar Bahasa Inggris yang mempunyai hubungan yang sangat jauh dari kedua bahasa itu.  Di awal kuliahku mulai belajar Bahasa Jepang, karena saat itu aku tertarik akan budaya Jepang. Belum selesai belajar Bahasa Jepang, ternyata aku mendapat kesempatan untuk belajar di negeri Belanda, sehingga aku juga menyempatkan diriku untuk belajar bahasa Belanda selama beberapa saat. Disanalah aku juga bertemu dengan banyak orang di penjuru dunia,  dari Tiongkok, Jerman, Amerika latin, Maroko, dll. Masing-masing mempunyai bahasa yang unik pula. Kebetulan juga di saat itu pulalah aku merasakan bahwa aku ingin mempelajari agamaku, yaitu agama Islam, sehingga aku juga berusaha untuk menguasai bahasa Al-Quran, yaitu Arab Klasik(agak beda ama bahasa Arab sekarang).

Dari pengalamanku yang telah bertemu banyak orang dan berusaha untuk belajar berbagai bahasa, aku menemukan pola yang menarik. Misalnya saja kebudayaan Jawa itu terkenal dengan budaya kesopanannya dan menghargai orang yang tua/ yang dianggap lebih tua. Sehingga dalam Bahasa Jawa ditemukan pula tingkatan bahasa, bahasa ngoko, bahasa krama, bahasa krama inggil. Berbeda dengan Bahasa Indonesia yang latar belakangnya adalah persamaan derajat, sehingga dalam Bahasa Indonesia tidak mengenal tingkatan.

Tetapi jika aku berbicara dalam Bahasa Indonesia, aku pun masih punya karakter yang khas, yang tidak setiap orang Indonesia lainnya menggunakannya. Di utara Jogja terdapat gunung, sehingga dalam memberikan arah jalan bagiku sangat mudah untuk menggunakan arah mata angin, karena aku sudah terbiasa memetakan secara spasial.

Di satu sisi aku juga belajar bahasa Asia lainnya, yaitu Bahasa Jepang. Dibandingkan dengan Bahasa Indonesia, Bahasa Jepang mempunyai grammar yang menggunakan kata keterangan waktu untuk membentuk kalimat. Hal ini juga terjadi di Bahasa Eropa, seperti Belanda atau Inggris. Selama di negara tersebut aku menyadari bahwa lama hari itu bisa berubah tergantung pada waktunya, misalkan saja musim panas matahari bisa lebih lama bersinar daripada musim dingin. Bandingkan dengan Indonesia, Malaysia yang relatif waktu sinar matahari relatif stabil. Beda banget kan?? Aku melihat negara yang mempunyai 4 musim, cenderung mempunyai pola bentukan kalimat masa depan, masa lampau.

Selama di Belanda aku juga pernah bekerja sama dengan orang Asia dan Eropa. Disana aku juga mulai membandingkan… dan memang orang Asia itu lebih supel dan simpel dibanding orang Belanda (coba aja belajar grammarnya Bahasa Belanda…. ).

Tuk Arab Klasik itu juga istimewa… Pada sekitar tahun 500-an kekuatan dunia terbagi jadi 2, Romawi di barat, dan Persia di timur, kemudian di tengah-tengah terdapat jazirah arab. Sebagai super power tentu saja mereka ingin memperluas kekuasaan mereka. Tetapi mereka tidak pernah sampai ke Saudi Arabia, kenapa? Mudah aja dulu Bangsa Arab g punya apa-apa cuma padang pasir doang. Jadinya mereka males tuk kirim prajurit mereka kesana. Yang terjadi bangsa Arab terisolir, bahasa mereka pun menjadi “suci” tidak terkontaminasi. Akibat dari gurun sejauh mata memandang, bahasa Arab Klasik pun berkembang menjadi bahasa yang “kaya”, yang dapat menceritakan ke-5 indera dengan sempurna, sangat-sangat detail, penuh aturan, dan penuh imajinasi. Sehingga orang yang bisa membuat puisi pastilah jenius dan diangkat menjadi kepala suku. Orang berkata-kata akan dikritik hingga ke level  mikro. Dengan “keamanan” bahasa seperti itu Al-Quran diturunkan secara verbal. Alhasil? Sepengetahuan penulis sampai sekarang belum ada manusia yang bisa membuat karya dengan Bahasa Arab yang mirip seperti Al-Quran.

Menurut penulis sebenarnya kalau kita belajar bahasa, kita tidak hanya mempelajari bahasanya. Tetapi kita bisa belajar bagaimana budaya bisa mempengaruhi bahasa tersebut, bagaimana alam mempengaruhi bahasa. Ataupun kita bisa mempelajari bagaimana cara berpikir orang tersebut 😀

Advertisements

Comments on: "Budaya dan Bahasa" (3)

  1. dalam sejarah bangsa yg menjadi empire mempertahankan bahasanya…orang lain dipaksa atau terpaksa belajar bahasa bsngsa yg memegang empire….disaat islam menjadi empire dg bahasa arabnya. semua bangsa diwaktu itu secara terpaksa atau dipaksa keadaan mempelajari bahasa arab….setidaknya bangsa2 yg memliki sejarah besar mempertahankan bahasa bangsanya…arab empire. inggris empire. china bangsa besar…jepang bangsa besar…dst. sekedar ikut nimbrung mas angga

    • Yup.. di tulisan secara spesifiik aku sebutnya arab klasik, seiring dengan luasnya arab. Bahasa Arab berubah.. dan tidak semunri arab klasik lagi 🙂

  2. Actually , mengapa org eropa ga menyentuh arab trlebih saat zaman Muhammad saw , sahabat, dan tabiin… Krna islam yg menguasai arab dan mereka tdk berani dg pasukan Muslimin. You have to know bahasa jerman spanyol dan inggris mereka diilhami atau diserap dr bahasa arab utk bbrp kosa kata.

    KRNA bahasa arab dulu adalah bahasa keren digunakan d negeri2 maju islam . Andalusia negeri maju d eropa (pada saat eropa brada zaman kegelapan) mereka menggunakan bhs arab, penemuan medis, kamera, peta serinci satelit, dunia kedokteran, astronomi, matematika, penemuan gravitasi , kain baju, deodorant, dll.. Semua d temukan oleh org2 muslim d negri muslim. Jd negri muslim dg bahsa arabnya adalah sebuah kekerenan d zaman keemasan islam dlu.

    Jd d arab jg maju, salah klo d blg arab cmn padang pasir tok. Inget sejarah sudah d kaburkan, kitab kitab ilmuwan muslim jg telah d curi sejak kekhilafan runtuh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: