"Hope and Believe"

Archive for the ‘Events’ Category

Angklung on Pasar malam Asia, Eindhoven.

Can’t wait for the next performance

D-day and the day after

Final Piala Dunia 2010 Belanda vs Spanyol

Pakaian orange sudah kupakai dan minuman sudah kumasukkan ke dalam tas. Ya.. hari ini adalah pertandingan antara belanda melawan spanyol. Walaupun aku bukan penggemar timnas mereka, tapi aku sangat penasaran dengan pertandingan ini.

Kebetulan aku tinggal dipusat kota eindhoven, sehingga untuk menuju ke tempat nonton bareng itu kira-kira 15 menit berjalan kaki. Dalam perjalanan aku melihat banyak orang menggunakan atribut warna orange, dari topi, kaos, kacamata, bahkan bra berwarna orange(ini belanda bung 😛 ).  Kota pun tidak mau kalah dengan penghuninya. Bendera merah putih biru dikibarkan, tidak lupa dengan bendera kecil warna orange sebagai lambang timnas mereka.

Aku melalui jalanan yang penuh dengan bar, sungguh sangat sesak jalanan itu, seperti di pasar malam saja. Bau alkohol dari bir sangat menyengat. Setelah berhasil melewati kerumunan itu tepat pada waktu 20.15 aku bertemu dengan teman-temanku, andi, agni, tofan, dan mas adi. Kita bergegas untuk mencari tempat, karena 15 menit lagi pertandingan akan dimulai, para pemain telah masuk lapangan dan orang-orang sudah menyanyikan lagu kebangsaan mereka. Pada pertandingan sebelumnya ada temanku yang ketika mereka menyanyikan lagu kebangsaan, dengan bangganya ia menyanyikan lagu indonesia raya..hehehe..

Akhirnya dengan susah payah kita berhasil mendapatkan tempat yang enak dan bisa tuk nonton.. maklum orang belanda itu rata2 orang tertinggi di dunia, 181 cm untuk laki2 dan 168  cm untuk perempuan (Wikipedia)

Peluit tanda pertandingan dimulai telah ditiup, orang-orang menyanyikan lagu-lagu dan terteriak yel-yel. Ketika xabi alonso ditendang oleh nigel de jong tidak kusangka kerumunan itu malah tertawa -_-” Tapi kerumunan yang ramai ini berubah 180 derajat ketika tendangan iniesta berhasil membuahkan gol. Suasana sempat seperti di kuburan, orang diam seribu bahasa. Sejenak kemudian terdengar suara “Öh.no.. !!”  Suasana semakin tegang mendekati detik-detik terakhir. Sampai pada akhirnya peluit panjang tanda bahwa pertandingan sudah berakhir dibunyikan.

Tidak ada kembang api yang dinyalakan, tidak ada suara terompet. Yang ada hanyalah orang-orang berwajah muram dan bersedih. Kerumunan orang itu akhirnya membubarkan diri. Dalam perjalanan pulang ada orang yang begitu sedihnya membakar semacam “flare” dan melemparnya ke jalan, hampir saja celanaku jadi korban 😦

Suasana hari berikutnya jalanan lengang, seakan hari senin itu adalah hari berkabung nasional. Lagu waka-waka yang biasanya menghiasi alunan di sekitar rumahku tidak terdengar. Orang-orang sebenarya cuti untuk merayakan kemenangan timnas mereka, tapi kenyataan berbicara lain, bukanlah kemenangan yang mereka dapat, tapi kekalahan yang sampai hari ini masih terasa di hati mereka.